Controler ATCS

Jual Controler ATCS

Controler ATCS

SPESIFIKASI PERANGKAT KENDALI / CONTROLLER ATCS

  1. Jumlah kelompok sinyal Memiliki kemampuan untuk mengatur lalu lintas,

minimal 6 kelompok sinyal untuk kendaraan

dan/atau pejalan kaki, dan dapat dikembangkan

sampai 12 kelompok sinyal atau lebih.

2.Pengaturan waktu siklus Memiliki kemampuan untuk dioperasikan

berdasarkan :

a) Waktu siklus terkoordinasi, dan

b) Waktu siklus tidak terkoordinasi.

Waktu siklus terkoordinasi Meliputi pengaturan secara :

a) Secara otomatis, antar perangkat kendali.

b) Secara otomatis, berdasarkan pengaturan dari Pusat Kendali.

Waktu siklus tidak terkoordinasi Meliputi pengaturan secara :

a) Waktu siklus tetap.

b) Waktu siklus semi-adaptif.

c) Waktu siklus adaptif.

Waktu siklus tetap, terdiri dari minimal 8 rencana “waktu siklus”. Waktu siklus semi-adaptif, berupa rencana siklus

tetap pada kaki simpang mayor, serta rencana siklus yang bervariasi pada kaki simpang minor.

Waktu siklus adaptif, berupa rencana siklus yang bervariasi pada kaki simpang mayor dan minor menurut situasi arus lalu lintas.

  1. Durasi waktu siklus Maksimal dalam 3 angka desimal.
  1. Pemindahan rencana waktu siklus

dan program kedip (flashing amber)

  1. Secara otomatis, berdasarkan modul RTC (Real Time Clock) dari perangkat kendali.
  2. Secara otomatis, berdasarkan pengaturan dari Pusat Kendali.
  3. Secara manual.
  1. Program pemula kerja (start-up) Diawali dengan seluruh lampu kuning (amber)

menyala kedip (flashing), dilanjutkan dengan seluruh lampu merah menyala tanpa kedip (all-red), dan kemudian masuk ke program “waktu siklus”.

Masing-masing durasi waktu flashing-amber dan all-red, dapat diprogram.

  1. Kendali manual Dilengkapi dengan peralatan yang dapat digunakan

oleh petugas di lapangan untuk :

  1.  Memperpanjang durasi waktu hijau (hold)
  2.  Memperpendek durasi waktu hijau (skip)
  3.  Kedip kuning (flashing amber)
  4. Fasilitas Conflict green Mempunyai fasilitas untuk pendeteksian “conflict

green” dan “conflict signal” dalam keadaan gagal (fault) fasilitas ini otomatis menyalakan lampu kedip kuning(flashing amber).

  1. Fasilitas indikator Dilengkapi dengan fasilitas indikator, yang berfungsi

untuk :

  1.  Informasi status dan kondisi kerja perangkat.
  2.  Informasi gangguan (fault).
  1. Fasilitas pemrograman (set-up) Dilengkapi dengan fasilitas pemrograman, berupa :
  2.  Key-pad
  3.  Display
  1. Fasilitas pengaman Dilengkapi dengan fasilitas pengaman berupa :
  2.  Integrated Watchdog Timer (Auto-reset).
  3.  MCB (mini circuit breaker), untuk pengaman arus lebih.
  4.  Sikring (fuse), untuk pengaman arus lebih.
  5.  Pengaman terhadap gangguan petir.
  6.  Pengaman terhadap vandalisme berupa rekaman video dan audio secara online maupun offline.
  1. Tegangan kerja Bekerja pada tegangan masukan (input) listrik 180 ~ 240 volt AC pada frekwensi.
  1. Catu daya Terdiri dari 2 (dua) unit yang bekerja secara redundant,

dengan ketentuan :

  1.  Tegangan keluaran (output) 12 VDC +/- 5%
  2.  Arus keluaran (output) minimal 20 Ampere.
  3. Penyalaan luminer/lampu a) Tegangan keluaran (output) 12 VDC +/-5%.
  4.  Kapasitas daya per titik lampu, minimal 200 VA.
  1. Fasilitas antar muka (interface) Dilengkapi dengan fasilitas antar muka

untuk :

  1.  Komunikasi data dengan Pusat Kendali, berupa

port RS-232 atau RS-485 atau RS-422 atau

Ethernet.

  1.  Masukan (input) data dari detektor kendaraan.
  2.  Layanan Bus-Priority.
  1. Rumah perangkat kendali Rumah perangkat kendali harus memenuhi :
  2. Rangka harus dibuat dari bahan besi siku anti karat, konstruksinya harus simetris dan halus.
  3. Rumah perangkat kendali harus dari plat

alumunium tebal minimal 1,8 milimeter.

  1. Dilengkapi dengan pintu utama, yang dapat dibuka, ditutup dan dikunci.
  2. Mempunyai lubang ventilasi udara yang

dilengkapi penyaring udara dan anti bocor

terhadap air hujan.

  1. Dilengkapi dengan “stiker perlengkapan jalan”.
  2. Desain perangkat kendali
  3. Menggunakan sistem modul sehingga

mempermudah dalam perawatan, perbaikan dan pengembangan dengan menggunakan konektor yang memenuhi kualitas standar yang ada.

  1. Setiap modul mempunyai panel indikator yang mudah dilihat.
  2. Setiap modul peralatan dilapisi dengan

bahan yang dapat menghindari terjadinya

konduktivitas yang tidak dikehendaki akibat

endapan debu carbon.

  1. Penandaan Dilengkapi dengan papan nama mencantumkan :
  2. Jenis/type perangkat.
  3. Nomor seri.
  4. Tahun pembuatan.
  5. Tegangan dan frekuensi pengenal.
  6. Blok diagram rangkaian.
  1. Pemasangan
  2. Dilengkapi dengan pondasi perangkat kendali, dengan ketinggian diatas tanah minimal 50 cm.
  3. Dilengkapi dengan sarana arde (grounding).
  1. Kondisi kerja
  2. Ketahanan suhu 0 sampai dengan 70 derajat Celcius.
  3. Kelembaban nisbi 0 sampai dengan 95%.
  1. Dokumen pendukung
  2. Tanda Daftar Badan Usaha Perlengkapan Jalan, sebagai penyedia bahan APILL-Terkoordinasi, dari Ditjen Perhubungan Darat.
  3. Manual instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan.